
Donald Trump Berhentikan Proyek Air, Hingga Mengancam Jutaan Warga Dunia
Keputusan Donald Trump untuk memotong hampir seluruh dana bantuan luar negeri membuat banyak proyek air bersih di berbagai negara terhenti. Akibatnya, jutaan orang yang sebelumnya dijanjikan akses ke air bersih dan sanitasi kini harus bertahan hidup dengan kondisi yang semakin sulit.
Laporan eksklusif dari Reuters menunjukkan bahwa puluhan proyek penting dari USAID di lebih dari 16 negara kini terbengkalai. Dari galian terbuka yang berbahaya, hingga material bangunan yang ditinggalkan begitu saja, krisis ini membawa risiko besar bagi kesehatan, keselamatan, dan masa depan warga, terutama anak-anak dan perempuan.
Kebijakan Donald Trump Buat Proyek Air Bersih Terhenti
Pemotongan dana bantuan luar negeri oleh Donald Trump berdampak besar pada program air bersih di negara-negara berkembang. Sedikitnya ada 21 proyek penting yang harus dihentikan sejak Januari lalu.
Di Kenya, proyek senilai $100 juta yang ditujukan untuk 150.000 warga hanya selesai 15%. Kini, parit-parit galian dibiarkan terbuka dan material bangunan ditinggalkan begitu saja.
Evelyne Mbaswa, warga Kongo, kehilangan anak laki-lakinya saat pergi mengambil air.
“Kalau kami kirim anak perempuan, mereka diperkosa. Anak laki-laki diculik… Semua ini karena tidak ada air,” Ujar Evelyne seperti dikutip melalui Reuters pada Minggu (20/07/2025).
Di Nepal, lebih dari 100 sistem air minum tidak pernah selesai dibangun. Ribuan kantong semen dan perlengkapan pipa dibiarkan di desa-desa tanpa kejelasan nasibnya.
Sebelum Donald Trump menghentikan pendanaan, proyek air ini justru mendapat dukungan besar dari Kongres AS dan masyarakat internasional. Pada 2014, bahkan disahkan undang-undang yang melipatgandakan anggaran untuk air bersih.
Baca Juga: Perang Thailand Kamboja Meledak, Serangan Jet F-16 Pecah!
“Kita mau anak perempuan membawa air di kepala mereka untuk keluarga? Atau kita mau mereka membawa buku pelajaran ke sekolah?” Kata John Oldfield, seorang konsultan pembangunan air. Kalimat ini menggambarkan pentingnya air bagi masa depan anak-anak.
Laporan medis dari The Lancet memperkirakan, dampak dari pemotongan bantuan bisa menyebabkan hingga 14 juta kematian tambahan pada 2030. Warga kini terpaksa menggunakan sumber air kotor dan berisiko tinggi terkena penyakit.
Meski proyek besar di Yordania sempat dilanjutkan setelah negosiasi diplomatik, banyak negara seperti Kongo, Ethiopia, dan Tanzania masih belum mendapatkan solusi. Warga pun hanya bisa berharap proyek-proyek ini tidak benar-benar ditinggalkan selamanya.***