Apakah Israel Turki Bisa Jadi Target Konflik Berikutnya di Timur Tengah
Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Israel melakukan serangan terhadap Qatar, menimbulkan kekhawatiran bahwa Turkiye bisa menjadi sasaran berikutnya. Komentar pro-Israel dan retorika media internasional memicu respons keras dari Ankara, menyoroti ketegangan yang berkembang di kawasan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Israel dan Turkiye telah memasuki fase rivalitas geopolitik, terutama terkait pengaruh di Suriah dan Laut Mediterania Timur. Ankara menanggapi dengan menegaskan bahwa kebijakan regional Israel tidak boleh mengganggu keamanan nasional Turkiye.
Konflik Israel Turki Akan Memanas di Timur Tengah?
Beberapa pengamat internasional menilai Turkiye bisa menjadi target berikutnya dari Israel setelah serangan yang dilancarkan terhadap Qatar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Turkiye tidak bisa sepenuhnya mengandalkan perlindungan NATO dan Amerika Serikat dalam menghadapi ancaman tersebut.
Dilansir melalui Al-Jazeera, media pro-Israel semakin intens menggambarkan Turkiye sebagai salah satu ancaman terbesar bagi keamanan Israel. Keberadaan Turkiye di Mediterania Timur dan keterlibatannya dalam pembangunan pasca-perang Suriah dianggap memperkuat posisi regionalnya, sehingga meningkatkan rivalitas Israel Turki.
Tanggapan Turkiye terhadap eskalasi ini terlihat dari keputusan pemerintah untuk menangguhkan sebagian hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Israel. Langkah ini menegaskan bahwa Ankara melihat ancaman Israel bukan sekadar retorika, melainkan potensi risiko bagi stabilitas nasional.
Baca Juga: Ribuan Warga Israel Dukung Palestina Merdeka dan Akhiri Perang
Serangan Israel terhadap Qatar juga menimbulkan keraguan di Ankara terkait jaminan keamanan dari AS. Turkiye semakin menyadari bahwa sebagai sekutu NATO, perlindungan penuh dari Amerika Serikat tidak bisa diandalkan secara mutlak, apalagi jika kebijakan Israel didukung secara politik dan militer.
Ekspansi Israel di kawasan Timur Tengah semakin jelas terlihat dari serangkaian operasi militer dan campur tangan regional. Visi Israel untuk memperluas pengaruhnya di Suriah, Lebanon, dan Mediterania Timur memunculkan gesekan langsung dengan kepentingan Turkiye.
Turkiye memandang langkah Israel sebagai upaya untuk mendominasi kawasan dan membatasi peran negara-negara tetangga. Hal ini semakin menegaskan ketegangan Israel Turki yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga strategis dan operasional.
Rivalitas Israel Turki juga tercermin dalam sengketa mengenai Suriah dan Laut Mediterania Timur. Turkiye menilai beberapa kebijakan Israel sebagai strategi pengepungan dan pembatasan kebebasan maritim Turkiye, termasuk pengaruhnya terhadap komunitas Turki di Siprus Utara.
Meskipun risiko konfrontasi langsung tetap ada, kedua negara menyadari bahwa konflik penuh akan merugikan. Turkiye berfokus pada penguatan pertahanan, pengembangan aliansi regional, dan menjaga komunikasi dengan Washington untuk menghindari isolasi strategis, sambil bersiap menghadapi kemungkinan konflik di “zona abu-abu” melalui operasi tidak langsung.***
