Trump Ingin Ganti Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang
Presiden Donald Trump kembali mengungkapkan niatnya untuk mengubah nama Departemen Pertahanan Amerika Serikat menjadi Departemen Perang. Ia menilai istilah “pertahanan” terdengar terlalu pasif dan ingin menekankan sikap ofensif sekaligus defensif dalam strategi militer.
Trump menyampaikan gagasan ini dua kali pada 25 Agustus, menegaskan bahwa perubahan nama akan lebih sesuai dengan tujuan dan karakter militer AS. Meski demikian, rencana ini menimbulkan pertanyaan terkait dukungan Kongres dan prosedur hukum yang diperlukan untuk perubahan resmi.
Trump Tegaskan Keinginannya Menghidupkan Kembali Departemen Perang
Dilansir melalui USA Today, Trump ingin nama Departemen Perang kembali digunakan karena terdengar lebih kuat dan menekankan peran militer yang ofensif. Ia menilai istilah “pertahanan” kurang menggambarkan strategi proaktif yang diinginkannya.
Presiden juga menekankan bahwa perubahan nama tidak harus terhambat oleh persetujuan Kongres. Ia yakin dukungan legislatif akan mengikuti, sehingga rencana bisa berjalan cepat.
Sejarah Departemen Perang berawal pada 1789, saat Kongres pertama AS membentuk tiga departemen utama untuk membantu presiden: Luar Negeri, Keuangan, dan Perang. Nama ini digunakan selama lebih dari satu abad sebelum diubah.
Pada 1798, Kongres membentuk Departemen Angkatan Laut untuk fokus pada operasi laut. Setelah Perang Dunia II, Army dan Navy digabung dan Angkatan Udara baru dibentuk untuk membentuk National Military Establishment.
Baca Juga: Irlandia Desak Uni Eropa untuk tunda perjanjian dengan Israel
Pada 1949, NME diganti menjadi Departemen Pertahanan untuk mencerminkan kepemimpinan sipil atas militer dan tujuan utama untuk mencegah perang. Nama baru juga menekankan peran defensif AS.
Trump menilai bahwa Departemen Perang akan memberikan pesan yang lebih tegas kepada negara lain. Ia ingin departemen ini menekankan kemampuan ofensif sekaligus tetap mempertahankan pertahanan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Trump mengutamakan strategi militer yang proaktif. Nama baru diharapkan lebih sesuai dengan visi pertahanan nasional yang ingin ia terapkan.
Beberapa analis menilai langkah ini kontroversial karena Departemen Pertahanan selama ini dianggap simbol kepemimpinan sipil yang menekankan pencegahan konflik. Namun Trump tetap percaya istilah Departemen Perang lebih tegas dan tepat sasaran.
Rencana perubahan nama juga menimbulkan pertanyaan soal prosedur legislatif. Trump optimistis bahwa Kongres akan menyetujui jika memang diperlukan untuk mewujudkan perubahan Departemen Perang.
Jika terealisasi, perubahan nama ini akan menjadi simbol paling mencolok dalam sejarah modern militer AS. Nama Departemen Perang diharapkan memperkuat citra militer Amerika Serikat di mata dunia.***
