
Netanyahu akui bom gereja di Gaza, berdalih alasan salah sasaran
Gereja di Gaza kembali jadi sasaran agresi militer Israel. Gereja Katolik Keluarga Kudus dibombardir, menewaskan tiga orang warga sipil dan melukai lebih dari 10 orang lainnya.
Serangan ke rumah ibadah itu memicu kecaman internasional, termasuk dari Paus Leo hingga PM Italia Giorgia Meloni. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim serangan itu terjadi akibat “amunisi nyasar”.
Gereja di Gaza Dibom Israel, Netanyahu Dalihkan ke Salah Target
Militer Israel menggempur satu-satunya Gereja Katolik di Gaza, yaitu Gereja Keluarga Kudus, pada Kamis (18/7). Tiga orang tewas, termasuk petugas kebersihan berusia 60 tahun dan seorang nenek 84 tahun yang sedang menerima pendampingan psikologis di tenda Caritas dalam kompleks gereja di Gaza tersebut.
Patriarkat Latin Yerusalem menyebut serangan ini sebagai tragedi kemanusiaan karena para korban adalah pengungsi sipil.
“Orang-orang di Kompleks Keluarga Kudus adalah mereka yang mencari perlindungan di gereja, berharap bahwa horor perang setidaknya menyisakan nyawa mereka, setelah rumah, harta, dan martabat mereka direnggut,” tulis pernyataan resmi gereja seperti dikutip melalui Aljazeera.
Video yang dirilis seorang aktivis Palestina memperlihatkan Pastor Gabriel Romanelli dengan kaki kanan diperban, namun masih sadar dan selamat. Gereja di Gaza tersebut memang menampung banyak anak-anak dan lansia yang kehilangan rumah akibat serangan sebelumnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Israel Gempur Suriah, Damaskus & Suwayda Jadi Sasaran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya mengakui bahwa pasukannya mengenai gereja, namun berdalih itu adalah “kesalahan teknis”.
“Itu adalah kesalahan oleh pihak Israel saat menyerang gereja Katolik, itulah yang disampaikan Perdana Menteri kepada Presiden,” kata juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Kardinal Pierbattista Pizzaballa menegaskan bahwa serangan dilakukan langsung ke gereja.
“Yang kami tahu pasti adalah sebuah tank, kata militer Israel itu tidak sengaja, tapi kami tidak yakin soal itu, mengenai gereja secara langsung, Gereja Keluarga Kudus, gereja Latin,” ujarnya kepada Vatican News.
Sejak awal agresi di Gaza, Israel terus menyerang situs-situs keagamaan, termasuk masjid dan gereja di Gaza. Laporan PBB bahkan menyebut Israel telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa “pemusnahan” terhadap warga sipil Palestina yang berlindung di tempat ibadah dan sekolah.